P R O P O S A L
AGRIBISNIS AYAM BUKAN RAS (BURAS)
A. Latar Belakang
Desa merupakan wilayah administrasi terbawah yang jarang menjadi perhatian, keberadaan berbagai program pemberdayaan dengan target pedesaan sering kali tidak dilakukan secara maksimal di masyarakat. Pengembangan berbagai program pemerintah yang ditujukan bagi masyarakat desa sudah selaiknya dikelola sendiri oleh masyarakat.
Petani peternak yang tinggal di desa sebagian besar masih belum menemukan pola usaha yang tepat untuk meningkatkan pendapatan mereka. Diperlukan arahan dan bimbingan dari pemerintah melalui para penyuluh pertanian maupun peternakan di desa-desa.
Adanya program pemberdayaan melalui pembelajaran petani peternak dengan wadah FMA diharapkan akan menghasilkan peningkatan pendapatan yang berakibat pada meningkatkan kesejahteraan di masyarakat. Desa Labulia sebagai salah satu darah hilir irigasi Batujai sering tidak mendapatkan jatah air. Gagalnya hasil panen bukan hal baru bagi masyarakat Labulia, oleh karena itu diperlukan pengembangan usaha peternakan untuk membantu usaha pertanian masyarakat Desa labulia.
Dari hasil identifikasi tersebut diketahui bahwa di Desa Labulia salah satu potensi yang cukup baik untuk dikembangkan adalah ternak ayam bukan ras (Buras). Dari hasil analisa masalah dan kebutuhan tehnologi yang telah dilaksanakan masalah yang paling menonjol adalah agribisnis ayam buka ras (Buras) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sebagian besar masyarakat menginginkan pembelajaran tentang hal tersebut. Desa Labulia yang sebenarnya mempunya areal tanah pertanian mencapai kurang lebih 15.000 Ha sering mengalami kegagalan panen disebabkan kurang mendapat aliran irigasi disebabkan Desa Labulia merupakan dari hilir aliran irigasi Bendungan Batujai. Potensi peternakan ayam Buras menjadi alternatif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Labulia karena tidak dipengaruhi oleh air irigasi dengan potensi kebutuhan pasar mencapai 1.500 ekor per minggu (berdasarkan survei pasar FMA Labulia). Potensi ternak ayam Buras yang sangat besar inilah yang kemudian menjadi salah satu pengganti kegagalan hasil pertanian.
Berdasarkan hal tersebut diatas setelah dilaksanakan rembug tani ditingkat desa maka ditetapkan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan dan sumber biayanya melalui UP FMA Desa Labulia berupa pelatihan agribisnis budidaya Ayam Bukan Ras (Buras) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani peternak.
B. Tujuan Program
1. Membuka lapangan kerja bagi petani peternak.
2. Meningkatkan pendapatan petani petani peternak.
3. Merubah sistem pemeliharaan ternak dari sistem tradisional yang berbasis pada penerapan teknologi tepat guna.
4. terciptanya petani peternak yang terampil dan mandiri.
5. Ketahanan pangan, Pengembangan agribisnis, Kesejahteraan petani
6. Peningkatan produksi, Restrukturisasi ternak, Keamanan produksi
BAB II
DESKRIPSI KELOMPOK TANI
| Tujuan Pembentukan Kelompok | 1. Sebagai wadah belajar umtuk meningkatkan pengetahuan ketrampilan dan sikap (PKS) dari anggota dalam berusaha tani yang berorentasi bisnis sehingga produktivitas meningkat dan pendapatannya bertambah serta kehidupan yang lebih sejahtera 2. Sebagai wahana kerjasama yang kuat kelembagaan dalam mengadapi ancaman, hambatan dan gangguan. 3. Sebagai unit produksi yang diharapkan dapat memenuhi skala ekonomi dari segi kuantitas. | ||
| Nama Kelompok Tani | Kelompok Tani Hijau Hitam (berdasarkan Kesepakatan Rembug Desa) | ||
| Jumlah Anggota | 72 orang | ||
| Ruang Lingkup Kegiatan Kelompok | Unit Produksi Pupuk Organik, Penyalur pupuk, benih dan obat-obatan | ||
| Struktur Organisasi Kelompok |
|
BAB III
PELAKSANAAN
AGRIBISNIS AYAM BURAS
FMA DESA LABULIA
KECAMATAN JONGGAT KAB. LOMBOK TENGAH
I. JUDUL KEGIATAN
Pelatihan Agribisnis Ayam Bukan Ras (BURAS)
II. TUJUAN KEGIATAN :
1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam melaksanakan usaha ayam BURAS
2. Mengembangkan usaha ayam BURAS yang selama ini sudah dilaksanakan petani menjadi usaha agribisnis yang lebih menguntungkan.
III. HASIL YANG DIHARAPKAN
1. Pada tahap awal sejumlah 20 orang petani di Desa Labulia mampu berusaha ayam BURAS
2. Pada tahap berikutnya :
a. 20 peserta belajar diharapkan dapat menyebarkan hasil belajarnya kepada warga sekitarnya
b. Tumbuh dan berkembangnya usaha agribisnis ayam BURAS di Desa Labulia pada cabang usaha :
· Pembibitan ayam BURAS
· Pemeliharaan ayam potong
· Pembuatan pupuk kompos dari kotoran ayam.
IV. ALASAN PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Seiring dengan berkembangnya perekonomian dan jumlah penduduk di provinsi NTB, konsumsi daging ayam BURAS semakin meningkat, sehingga mengakibatkan meningkatnya permintaan ayam BURAS.
2. Desa Labulia selama ini dikenal sebagai salah satu desa yang sering mengalami gagal panen akibat kurangnya irigasi karena Desa Labulia berada di daerah hilir bendungan Batujai sehingga mengalami kekurangan air sehingga kegiatan beternak akan sangat terasa manfaatnya karena tidak terpengaruh oleh kondisi kekurangan air irigasi.
3. Setelah mendapatkan informasi dari penyuluh, ternyata ayam BURAS dapat berproduksi telur maupun ayam potong jauh lebih tinggi dari yang selama ini dilakukan masyarakat dengan jalan menggunakan inovasi teknologi sederhana dan dapat dengan mudah dilakukan masyarakat.
V. JENIS KEGIATAN
Selama pelatihan jenis-jenis kegiatan pokok tersusun dengan urutan sebagai berikut :
1. Sosialisasi dan persiapan kegiatan
2. Studi Banding
3. Pemeliharaan induk ayam
4. Penetasan telur ayam
5. Pembesaran anak ayam
6. Pembuatan kompos kotoran ayam
7. Hari Lapang ( Field Day ) dan Temu Usaha
VI. TEMPAT KEGIATAN
Seluruh kegiatan pelatihan baik yang bersifat penjelasan (klasikal) maupun praktek budidaya ayam bibit, penetasan telur dan pemebesaran anak ayam dan hari lapangan dilakukan di Mas-mas.
VII. WAKTU / PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 3 bulan yang dimulai bulan Oktober sampai dengan bulan Desember.2010. Secara garis besar waktu kegiatan adalah sebagai berikut :
| No | Jenis kegiatan | Waktu Pelaksanaan | |||||||||||
| Bln. Okt. 2010 | Bln Nopember 2010 | Bln Dsmbr. 2010 | |||||||||||
| 1 | Sosialisasi dan persiapan | | x | | | | | | | | | | |
| 2 | Penguatan Kelembagaan FMA | | x | | x | X | x | x | x | x | x | x | x |
| 3 | Studi Banding | | x | | | | | | | | | | |
| 4 | Pemeliharaan induk ayam | | | x | x | X | x | x | x | x | x | x | x |
| 5 | Penetasan telur ayam | | | x | | | | x | x | x | x | x | x |
| 6 | Pembesaran anak ayam | | | x | | | | | | | x | x | x |
| 7 | Pembuatan kompos kotoran ayam | | | | x | | | | x | | | | x |
| 8 | Hari Lapang ( Field Day ) dan Temu Usaha | | | | | | | | | | | | x |
| 9 | Pemasaran Hasil | | | | | | | x | x | x | x | x | x |
2. Materi dan waktu pembelajaran secara lebih rinci untuk setiap kegiatan disusun kemudian.
VIII. PESERTA KEGIATAN
1. Jumlah Peserta : 20 orang yang mewakili dari seluruh dusun di Desa Labulia
2. Persyaratan peserta :
a. Memiliki dan memelihara ayam BURAS
b. Ditunjuk secara masyawarah oleh warga dusun
c. Dapat sebagai panutan masyarakat
d. Dapat menyebar luaskan hasil belajar
e. Mempunyai kemauan belajar
IX. PEMANDU KEGIATAN
1. Bapak drh. Hj. Rodiah,M.Si sebagai pakar ternak ayam, Dosen Fakultas Peternakan Universitas Mataram.
2. Sarwanik,SP. Penyuluh PNS
3. Rifyal Arman,S.Pt, Penyuluh swadaya
X. PENGELOLA DANA
H.Mulyadi selaku bendahara FMA
XI. SUMBER DANA
Dari P3TIP kab. Loteng dan swadaya masyarakat. Rencana Anggaran Belanja (RAB) masing-masing kegiatan terlampir.
XII. DINAS/INSTANSI TERKAIT
1. Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng
2. BPTP prov. NTB
3. Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kelautan Kab. Lombok Tengah.
4. UPTB Kecamatan Jonggat
XIII.TAHAPAN KEGIATAN
Sesuai dengan waktu/jadwal kegiatan seperti dijelaskan dibagain terdahulu, maka tahapan kegiatan dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Tahap I. Sosialisasi, penguatan kelembagaan FMA dan persiapan kegiatan
Kegiatan ini meliputi;
a. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada semua peserta agar memahami tujuan pelatihan, dan seluruh kegiatan, sehingga mereka siap belajar dan dapat berperan aktif.
b. Persiapan pelaksanaan kegiatan bagi pengelola di desa
c. Kegiatan sosialisasi dan persiapan ini dilaksanakan pada : Minggu II
d. Penguatan Kelembagaan FMA bertujuan untuk mengembangkan kelembagaan FMA dari aspek : kepemimpinan, organisasi, dan usaha/kegiatan
e. Kegiatan penguatan kelembagaan dilakukan terus-menerus sepanjang seluruh kegiatan berlangsung.
2. Tahap II. Studi Banding
a. Studi banding merupakan kegiatan tahap kedua, diikuti oleh seluruh peserta dengan tujuan untuk memberikan kepada peserta tentang seluruh kegiatan pelatihan dan rencana usaha, sehingga peserta lebih termotivasi dan yakin akan yang dikerjakan.
b. Sebagai obyek adalah usaha ayam BURAS milik Bp. Sutarno, Sahrianto di Kopang sekaligus sebagai pemandu dan fasilitator
c. Kegiatan ini dilaksanakan satu kali, pada : Minggu II bulan Oktober 2010
3. Tahap III. Pemeliharaan induk ayam
Pada tahap ini kegiatan belajar dilakukan sebanyak 7 kali pertemuan.
Materi pembelajaran meliputi :
a. Pembuatan kandang koloni dan perlengkapan kandang, sebanyak 4 unit dengan ukuran per unit : 2,5 M x 2 M. Setiap unit di tempati 7 ekor induk dan 1 ekor pejantan
b. Pemilihan induk betina sebanyak 28 ekor dan 4 ekor pejantan. Umur induk 7 – 8 bulan atau telah bertelur selama 1 bulan.
c. Pembuatan ransum ayam dengan bahan : Konsentrat – Jagung – Dedak dengan perbandingan 1 : 3 : 5.
d. Pemberian pakan
e. Vaksinasi dan sanitasi kandang
f. Penyimpanan telur
g. Analisis usaha.
4. Tahap IV. Penetasan telur ayam
Telur yang ditetaskan dibeli dari hasil usaha pemeliharaan induk (tahap 3).
Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan sebanyak 5 kali pertemuan.
Materi pembelajaran meliputi :
a. Pembelian mesin tetas ukuran kapasitas 100 butir
b. Mempersiapkan mesin tetas
c. Memilih telur tetas
d. Menetaskan telur
e. Melakukan sleksing anak ayam (DOC)
f. Analisa usaha.
5. Tahap V. Pembesaran anak ayam
Anak ayam yang dipelihara diperoleh dari hasil penetasan (Tahap 4), baik yang jantan maupun yang betina.
Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan 5 kali pertemuan.
Materi pembelajaran meliputi :
a. Pembuatan kandang pembesaran dan perlengkapannya sebanyak 2 unit masing-masing untuk anak jantan dan anak betina
b. Pembuatan induk buatan
c. Pemberian pakan
d. Vaksinasi dan sanitasi kandang
e. Analisa usaha
6. Tahap VI. Pembuatan kompos kotoran ayam
Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan
Pembelajaran ini dimaksudkan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan kotoran ayam menjadi pupuk kompos yang bernilai ekonomi, sehingga dapat menghasilkan pendapatan sampingan.
7. Tahap VII. Hari lapangan dan temu usaha
Kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan usaha ayam Buras dan sekaligus upaya pemasaran hasil usaha ayam buras
Kegiatan dihadiri oleh : 75 orang yang terdiri dari : Peserta pelatihan, Petani/wanita tani/pemuda tani di Desa Labulia, pejabat dari instansi terkait di kec. Jonggat, Kab.Loteng, para pelaku usaha ayam.
Kegiatan dilaksanakan menjelang berakhirnya seluruh kegiatan pembelajaran
8. Tahap VIII. Pemasaran Hasil
Pemasaran hasil yang dimaksud adalah memasarkan produk yang dihasilkan oleh usaha FMA.
Jenis produk yang dihasilkan meliputi : Telur tetas, Anak ayam (DOC), Bibit ayam betina dan jantan, Pupuk Kompos.
Sasaran pasar atau konsumen adalah petani di Desa Labulia dan pembeli lain dari luar Desa Labulia.
9. Tahap IX. Evaluasi hasil belajar dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut.
Kegiatan ini dilakukan 1 kali pertemuan di akhir seluruh proses pembelajaran.
Pada tahap ini peserta belajar dipandu untu melakukan evaluasi peluang usaha agribisnis ayam BURAS di Desa Labulia
Pada akhirnya dipandu untuk menyusun rencana tindak lanjut dalam rangka menumbuh kembangkan usaha ayam BURAS di Desa Labulia.
XIV. PEDOMAN YANG DIPERLUKAN UNTUK PELAKSANAAN KEGIATAN
Pedoman secara tertulis belum tersedia, tetapi akan menggunakan petani yang ahli dan berpengalaman serta telah berhasil dalam usaha ayam BURAS dari desa Dasan Baru Kopang, Kab. Loteng.
Pelaksanaan kegiatan ini akan melalui tahapan perencanaan, persiapan, pelaksaanaan, kemudian tahapan rencana tindak lanjut. Tahapan perencanaan ini didasari pada hasil rembug tani Desa Labulia dan yang bertanggung jawab adalah Zulkipli Ketua UP FMA Desa Labulia, Tahapan persiapan penanggung jawab pelaksanaanya tetap ketua UP FMA Desa Labulia dengan diketahui oleh PPL Desa Labulia Bapak Sarwanik,SP.
Tahapan pelaksanaan kegiatan ini penanggung jawabnya adalah Bapak Khaeruddin, selaku Ketua Kelompok Tani Ternak Hijai Hitam Desa Labulia dengan dibantu oleh pengurus UP FMA Desa Labulia. Pada tahapan pembelajaran dalam proses kegiatan ini, Bapak Ir. Hasanuddin selaku penyuluh Kabupaten Lombok Tengah dan memang merupakan ahli di bidang Ayam Buras akan menjadi instruktur utama bersama instruktur tambahan lainnya.
Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari kegiatan ini akan diserahkan kepada anggota yang kemudian bertanggung jawab dalam proses pasca kegiatan ini adalah Ketua UP FMA Desa Labulia dan ketua Kelompok Tani Ternak peserta kegiatan.
XV. SARANA/ BAHAN BELAJAR YANG DIPERLUKAN
1. Alat tulis menulis : Kertas Koran, Spidol, Buku tulis, pensil/ballpoint, penghapus papan, penggaris ,dll.
2. Bahan bangunan untuk Kandang ayam dan perlengkapannya
3. Bibit induk ayam betina dan jantan,
4. Bahan pakan ayam : konsentrat, jagung, dedak
5. Vaksin, obat-obatan dan makanan suplemen
6. Telur tetas
7. Mesin tetas
8. Anak ayam (DOC)
9. Lampu Senter
10. Induk Buatan
11. Sekam untuk lantai kandang
XVI. INDIKATOR KEBERHASILAN
1. 15 orang peserta belajar dan 20 peserta terampil melaksanakan agribisnis ayam Buras. Peserta memahami potensi ekonomi atau keuntungan dari beternak ayam Buras. Dari terampil beternak sampai keuntungan melimpah.
2. 10 orang peserta belajar dari 20 peserta mampu memasarkan hasil agribisnis ayam buras. Peserta mengikat kontrak dengan mitra sehingga tidak merasa kesulitan dalam pemasaran.
XVII. RENCANA TINDAK LANJUT
Program pasca kegiatan pelatihan adalah dengan membentuk kelompok khusus peternak ayam BURAS kemudian melakukan kesepakatan dengan pengepul ayam BURAS sehingga nantinya produksi telur maupun ayam BURAS sudah mempunya pasar tetap.
XVIII. PELAKSANAAN MONITORING
1. Zulkipli ( Ketua FMA Desa Labulia)
2. Yanti,SP ( Penyuluh swadaya)
XIX. RINCIAN BIAYA
.
| No | Kegiatan | Total Dana | Sumber Dana | |
| Swadaya | FEATI | |||
| 1 | Studi Banding | 1.775.000 | 0 | 1.775.000 |
| 2 | Pemeliharaan Induk Ayam | 14.052.000 | 9.200.000 | 4.852.000 |
| 3 | Penetasan Telur | 5.186.500 | 475.000 | 4.711.500 |
| 4 | Pembesaran Anak Ayam | 10.442.500 | 5.370.000 | 5.072.500 |
| 5 | Kompos Bokasi | 2.547.000 | 250.000 | 2.297.000 |
| 6 | Temu Usaha | 1.582.200 | | 1.582.200 |
| | TOTAL | 35.585.200 | 15.295.000 | 20.290.200 |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar